Monografi Kampung Jaluk
1. LOKASI
Kampung Jaluk merupakan
salah satu kampung yang termasuk dalam wilayah kecamatan Ketol kabupaten Aceh
Tengah Provinsi Aceh. Kampung Jaluk adalah salah satu
Kampung yang berada di tengah tengah Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah
Provinsi Aceh. Kampung Jaluk memiliki luas
sebanyak 2,7 km2 di ketinggian 1100 mdpl. Terdiri dari dataran
tinggi di bagian timur,selatan dan barat. Kampung Jaluk dikelilingi oleh Gunung
Bah dan Gunung Peseng Atas. Kampung Jaluk secara
Geografis terletak diantara 4’33’50-4’54’50 LU. 96’40’75-97’17’50 BT, sedangkan
batas wilayah Kampung Jaluk Adalah sebagai Berikut:
·
Sebelah Utara berbatas dengan Gelumpang Payung
·
Sebelah Timur bebatasan dengan Tapak Muge Kec. Kutepanang /
Jaluk Tengah
·
Sebelah Selatan berbatasan dengan Arul Relem / Kampung Baru
·
Sebelah Barat berbatasan dengan Cangduri / Simpang Juli
Penduduk Kampung Jaluk
Penduduk
Kampung Jaluk terdiri dari 90% Suku Gayo yang berasal dari daerah Takengon dan
sekitar kecamatan Silih Nara sejak tahun 1918 s.d sekarang. Setelah itu mulai
banyak berdatangan pendatang dari berbagai daerah terutama dari Jawa dan
Sumatera.
Mata Pencaharian
Petani
kopi dan palawija adalah mata pencaharian utama sebagian besar penduduk kampung
Jaluk. Pada tahun 1960, kopi masih dijual dalam bentuk kering berwarna gading
baru kemudian dijual. Pada perkembangan teknologi, kopi mulai dijual dalam
bentuk gelondong merah.
Pada
tahun 1960, masyarakat kampung Jaluk masih menanam tebudan mengangkatnya dengan
kerbau. Namun sekarang masyarakat lebih memilih untuk membudidayakan kopi
ketimbang tebu.
Agama / Keyakinan Penduduk
Penduduk
kampung Jaluk seluruhnya beragama Islam dan saat ini memiliki 1 Mesjid Jamik,
4 Mesjid di tiap dusun. Pada awalnya di setiap dusun terdapat zoyah
(berasal dari bahasa Arab, Zawiyah yang berarti sudut), yaitu sebuah balai
kecil yang digunakan sebagai tempat istirahat dan shalat. Namun seiring
perkembangan zaman zoyah mulai hilang dan digantikan dengan masjid.
Bidang Pendidikan
Kampung
Jaluk memiliki 1 Pesantren, 1 SD dan 2 unit perumahan guru SD.
Gotong Royong
Gotong-royong
telah menjadi tradisi masyarakat kampung Jaluk. Acara pemakaman, hajatan,
pembersihan kampung, pembangunan, dll. Ketika kebijakan desentralisasi
pembangunan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kampung dan APBKampung,
gotong-royong agaknya mulai memudar di kalangan masyarakat dengan adanya dana
Kampung ini. Akan tetapi, gotong-royong mulai digalakkan kembali setelah
melihat fenomena yang terjadi pasca adanya dana Kampung tersebut.
Kejadian
Pada
tahun 1999, bertepatan pada malam Senin tanggal 3 April di dalam bulan
Ramadhan, seorang warga kampung Remesen bernama M. Jenen A Sarwani dihalang
oleh orang tak dikenal dan ditembak sebanyak 3 kali di kampung Jaluk. Pada
malam itu juga rumah M.Jenen A Jamilah dibakar oleh orang tak dikenal dan ia
kehilangan semua harta bendanya kecuali baju dan celana yang terpakai di badan.
Pada
tahun 2013, Kampung Jaluk mengalami gempa parah dengan SR. Hampir semua
pemukiman warga dan fasilitas kampung hancur.
Masyarakat
mulai bangkit dari bencana gempa bumi dengan berbagai program yang dicanangkan
pemerintah.
Reje
Kampung Jaluk dibawah pimpinan dan bimbingan Bapak M Din A Wali beserta
pamong/tokoh masyarakat /aparat kampung adalah sbb :
Pemerintah Kampung Jaluk saat ini dipimpin oleh :
Reje Kampung : M. Din
Sekretaris
Kampung :
Husaini
Bendahara :
Sukri
Petue :
Ibrahim A. S.
Rakyat Genap Mufakat :-
Bahgia Saleh
-
M. Rasyid
-
Kaladin Kabri
-
Ali Hasyimi
-
Muhammad Husain
Linmas :
Herman
Kepala
Dusun Damai :
Jamaluddin
Kepala
Dusun Barat :
Pajri
Ketua
Pemuda :
Muliadi
Ketua
Khatib Mesjid :
Abu Muliadi
Anggota :
Sukri
Alias
Malik Husin
M. Saleh
Delahen
Ketua
Imem Mesjid :
Mahmudin
Ketua
Muazin :
Anwar
Ketua
RGM :
Bahgia
Ketua
PKK :
Asiah
Sekretaris
PKK :
Dewi
Kader
Pemberdayaan Masyarakat Desa(KMPD) :
Muliadi
2. AIR (ALUR)
Kampung Jaluk dialiri oleh alur di Wihni Ketol dan Alur Relem
3. TANAH
Kampung Jaluk memiliki tanah berjenis hitam bercampur pasir seperti gula
merah dengan tingkat keasaman 6 ph sehingga cocok untuk tanaman kopi, palawija
dan tebu.
a. KESUBURAN TANAH
Tanah kampung Jaluk memiliki
tingkat kesuburan sedang namun tidak cocok untuk tanaman keras seperti
kelapa,sawo, rambutan dan padi karena tanahnya yang mempunyai ciri-ciri hitam.
b.
PENGGUNAAN TANAH
Luas tanah yang diolah
1.
Sawah :
tidak ada
2.
Ladang :
tidak ada
3.
Perkebunan Negara : tidak ada
4.
Perkebunan Swasta : 196 ha
5.
Perikanan : 1 ha
4. JALAN
a.
Jalan Negara : tidak ada
b.
Jalan Provinsi : tidak ada
c.
Jalan Kotamadya : tidak ada
d.
Jalan Kampung : 6 km
Kampung Jaluk memiliki jalan lintas kecamatan yaitu
jalan menuju Blang Mancung dan Angkup. Jalan membujur dari arah timur ke barat
dan arah utara ke selatan.
5. PENGAIRAN
Pengairan dalam bentuk irigasi tidak tersedia di
kampung Jaluk
6. IKLIM
Sebagaimana
layaknya mayoritas wilayah Indonesia yang beriklim tropis, kampung Jaluk juga
beriklim tropis yang sifatnya panas dan dingin dengan curah hujan yang cukup
sepanjang tahun
7. PENDUDUK
Data Penduduk Secara Umum
No.
|
Penduduk
|
Jumlah
|
1
|
Jumlah Kepala Keluarga
|
122
|
2
|
Penduduk
|
482
|
3
|
Jumlah Laki-laki
|
213
|
4
|
Jumlah Perempuan
|
269
|
5
|
Lansia (di atas 60 tahun)
|
4
|
6
|
Dewasa (25 s/d 60 tahun)
|
216
|
7
|
Pemuda (10 s/d 24 tahun)
|
37
|
8
|
Anak-anak (0 s/d 9 tahun)
|
92
|
Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
No.
|
Nama Pekerjaan
|
Jumlah
|
Persentase
|
1
|
Petani/Pekebun
|
83
|
74%
|
2
|
Pedagang
|
10
|
9%
|
3
|
PNS
|
9
|
8%
|
4
|
Buruh Kasar
|
-
|
0%
|
5
|
Swasta
|
10
|
9%
|
Jumlah
|
112
|
100%
|
|
Jumlah Penduduk Menurut Jenjang Pendidikan
No.
|
Jenjang Pendidikan
|
Jumlah
|
Persentase
|
1
|
Lulusan Akademik
|
-
|
0%
|
2
|
SLTA/MA Sederajat
|
39
|
21%
|
3
|
SLTP/MTs Sederajat
|
60
|
32.5%
|
4
|
SD/MI Sederajat
|
82
|
44.5%
|
5
|
Pengangguran/Tidak Sekolah
|
4
|
2%
|
Jumlah
|
185
|
100%
|
|
Sarana dan Fasilitas Umum Kampung Jaluk
No.
|
Sarana/Fasilitas
|
Keterangan
|
1
|
Rumah
|
106
|
2
|
Kios
|
10
|
3
|
Meunasah
|
-
|
4
|
Mesjid
|
2
|
5
|
Balai Kampung/Gudang
|
-
|
6
|
MCK/Wc Umum
|
-
|
7
|
Balai Pengajian
|
1
|
9
|
TK
|
1
|
11
|
SD
|
1
|
12
|
SMP
|
-
|
Jumlah
|
121
|
|
Lembaga Kemasyarakatan
No
|
Lembaga
|
Status
|
1
|
Sara Kopat
|
Aktif
|
2
|
Kelompok Tani
|
Aktif
|
3
|
Organisasi Pemuda
|
Tidak Aktif
|
4
|
Organisasi Perempuan / PKK
|
Tidak Aktif
|
a.
AGAMA/KEPERCAYAAN
Ditinjau
dari aspek agama, penduduk Kampung Jaluk
beragama Islam. Tempat ibadah di Kampung ini terdiri dari dua unit bangunan Masjid dan satu pesantren yang
melingkupi satu balai pengajian. Untuk kegiatan salat
berjamaah, masyarakat lebih banyak melaksanakan salat Dzuhur dan Ashar di tempat
aktivitasnya. Di samping itu, setiap
sore hingga malam, anak-anak sekitar Kampung Jaluk melakukan
kegiatan rutin yaitu mengaji malam
di rumah salah satu Tengku yang biasa masyarakat sekitar sebut dengan Kakek
Ibrahim. Karena pada umumnya, anak-anak di Kampung tidak melakukan pengajian di
balai pengajian yang ada di pesantren tersebut. Karena balai pengajian yang ada
di pesantren tersebut lazimnya digunakan untuk pengajian para remaja Kampung
Jaluk pada pukul 15.00-16.00 WIB. Selain itu, di balai pengajian itu pula,
setiap hari selasa rutin diadakan pengajian untuk ibu-ibu Kampung Jaluk pada
pukul 14.00-16.00 WIB.
b.
Lembaga Pendidikan
1.
Pramuka
2.
Pengajian
3.
Madrasah
c.
Lembaga Kesehatan
1.
Puskesmas : tidak ada
2.
Poliklinik : tidak ada
3.
Polindes : 1 unit
d.
Lembaga Kebudayaan
Kebudayaan kampung Jaluk pada adatnya telah dapat
dikatakan mengalami Islamisasi. Kendati demikian pengaruh buruk dari kebudayaan
asing banyak yang ditinggalakn dengan tidak menolak perkembangan teknologi
terbaru. Adapun adatnya masih tradisional.
e.
OLAHRAGA
1.
Sepakbola :
2.
Voli :
f. Orbitasi
No
|
Uraian
|
Satuan
|
Keterangan
|
I
|
Orbitasi Umum
|
||
1
|
Jarak ke ibu kota Provinsi
|
318 Km
|
|
2
|
Jarak ke ibu kota Kabupaten
|
37 Km
|
|
3
|
Jarak ke ibu kota Kecamatan
|
7 Km
|
|
II
|
Orbitasi
Khusus
|
||
1
|
Jarak ke Gunung
|
2 Km
|
|
2
|
Jarak ke Danau/Laut
|
27 Km
|
Danau Laut Tawar
|
3
|
Jarak ke sungai
|
7 Km
|
Sungai Peusangan
|
4
|
Jarak ke pingiran hutan
|
1 Km
|
|
5
|
Jarak ke pas
|
1 Km
|
|
6
|
Jarak ke Pelabuhan
|
24 km
|
|
7
|
Jarak ke Bandar udara
|
30 km
|
Rembele
|
8
|
Jarak ke Terminal
|
23 Km
|
Terminal takengon
|
9
|
Jarak ke Kantor Polisi/Militer
|
7 Km
|
Polsek ketol
|
10
|
Jarak ke tempat Wisata
|
12 Km
|
Danau Laut tawar
|
11
|
Jarak ke tempat hiburan
|
28 km
|
Water Bom Pegasing
|
g.
8.
SARANA DAN PRASARANA
a.
Produksi
1.
Alpukat : 4 ton / tahun
2.
Kopi : 120 ton / tahun
3.
Limun : tidak ada
4.
Mie Basah : tidak ada
5.
Ikan Basah : tidak ada
6.
Ikan Kering : tidak ada
7.
Cabe : 5 ton tahun
KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Pada umumnya keamanan dan ketertiban dalam lingkungan
kampung Jaluk ini cukup baik dan aman.
PENDAPATAN PERKAPITA
Agaknya menetapkan pendapatan perkapita
agak sulit untuk diputuskan, mengingat diperlukannya penelitian yang lebih
mendalam dengan data-data konkrit.
Oleh karena itu,
kami belum bisa memberikan angka yang tepat. Akan tetapi, secara umum
pendapatan perkapita penduduk kampung Jaluk berkisar antara Rp5.000.000,- per
tahun.
Komentar
Posting Komentar